Sabtu, 16 Januari 2016

SOLON

Hasil gambar untuk SOLON SOLON

    Solon adalah negarawan, pembuat hukum dan penyair Athena. Reformasinya gagal namun ia telah memberikan fondasi demokrasi Athena. 
    Lahir640 SM, Athena, Yunani
        Saya tidak ragu untuk menyebutkan bahwa Solon adalah alasan utama mengapa kisah Atlantis dapat dikisahkan oleh Plato. Namun siapakah Solon sebenarnya? Bagaimana nama-nya bisa muncul sebagai pembuka sebuah kisah ‘dongeng’ paling menarik sepanjang ribuan tahun?
    ASAL-USUL SOLON

    Solon dilahirkan pada tahun 630 SM dan wafat pada tahun 560 SM. Berdasarkan kisah klasik Yunani, disebutkan ayah Solon bernama Execestides, ia berasal dari keluarga bangsawan yang terpandang. Kemungkinan keluarga Solon juga adalah pedagang sukses karena dia digambarkan sebagai seorang yang kaya. Selama Solon hidup, orang-orang Yunani belum mulai menulis sejarah atau biografi. Barulah pada abad ke-5 SM, kehidupan dan karya-karyanya mulai disatukan, yaitu berupa puisinya (sekitar 300 baris atau lebih yang dilestarikan melalui kutipan-kutipan lisan namun kemungkinan hanya sebagian kecil dari keseluruhan puisi-puisinya), kode hukumnya, tradisi lisan, dan lain-lain-nya tentang Solon. Meskipun beberapa rincian tertentu belum terbukti benar, namun keakuratan dari sebagian besar cerita tentangnya dapat diandalkan.

    Solon adalah seorang negarawan Athena yang paling dihormati sepanjang sejarah Yunani Kuno bahkan hingga sekarang. Ia mengakhiri kontrol monopoli kekuasaan para aristokrat eksklusif pemerintah dengan menciptakan sistem kontrol baru dan memperkenalkan kode hukum baru yang lebih manusiawi. Kode hukumnya telah lebih dulu ada sebelum Pericles memperkenalkan demokrasi di Yunani. Selain dikenal sebagai seorang politisi Athena sekaligus anggota parlemen, Solon juga adalah seorang penyair ternama. Dia dianggap sebagai anggota parlemen inovatif pertama yang mengatur dan menciptakan wadah bagi pembentukan demokrasi dan sistem pemerintahan yang membuat Athena kuat dan termasyur selama berabad-abad. Meskipun reformasinya berlangsung hanya dalam waktu yang relatif singkat, ia tetaplah merupakan peletak dasar perkembangan hukum, demokrasi, ekonomi, budaya, dan militer kota Athena. Solon juga dikenal sebagai salah satu dari Seven Wise Men of Greece.



    AWAL REFORMASI SOLON DI ATHENA
    Kode Hukum tertulis pertama di Yunani bermula di kota Sparta pada tahun 800 SM yang dirancang oleh Lycurgus, sang peletak dasar hukum Sparta yang terkenal. Hukum-hukum Sparta mengatur kehidupan warganya secara militer. Melalui kepatuhan yang tinggi, orang-orang Sparta menjadi orang yang kuat, disiplin, cakap, dan kuat berperang. Hukum mereka juga mengatur tentang ketegasan, kebajikan individual, dan sosial. Athena saat itu belum memiliki hukum tertulis, barulah saat Draco yang tiran berkuasa sebagai Archon/presiden tahunan (621 SM), Athena memiliki kode hukum yang tertulis. Sebelum era Darco, pemerintahan Athena dijalankan dengan sistem oligarki. Era sang tiran Draco merupakan era kelam bagi warga Athena. Draco membuat undang-undang yang mengacu pada hukuman yang sangat ekstrim dan sewenang-wenang bagi sebagian besar warga Athena. Ketika seseorang bertanya Dracon mengapa ia membuat hukum begitu ekstrim, dia menjawab: "Kita perlu hukuman mati untuk mencegah kejahatan kecil, dan untuk yang lebih besar saya tidak bisa memikirkan hukuman yang lebih besar". Masyarakat harus tunduk pada para aristokrat yang memiliki tanah-tanah terbaik dan memonopoli pemerintah. Saat itu wagar Athena dibagi-bagi dalam beberapa kelompok. Para petani miskin dengan mudah dibuat ber-utang dan ketika mereka tidak mampu membayar maka mereka akan dijadikan budak di tanah mereka sendiri, dan dalam kasus yang ekstrim, mereka dapat dijual sebagai budak. Kelas menengah adalah petani yang cukup mampu, para pengrajin, dan pedagang. Kelas ini sangat membenci diskriminasi yang mereka alami oleh pemerintah. Peningkatan jumlah kelompok kriminal, kemerosotan ekonomi dan politik telah memuncak dan hampir mencapai sebuah tahap yang dinamakan revolusi rakyat. Disaat itulah Solon datang dengan menawarkan solusi, yaitu bukan revolusi tapi reformasi.
    Undang-undang Draconian tetap berlaku di Athena sampai direformasi oleh Solon, yang kedatangannya sebagai reformator diatur dalam kesepakatan di Cylon. Solon, yang terkenal bijaksana dan jujur dipanggil oleh para penguasa oligarki (yang kembali memerintah). Solon menjabat sebagai archon (kepala penguasa tahunan) pada tahun 594 SM, sekitar 20 tahun kemudian ia pun diberi kekuasaan penuh sebagai refomator dan legislator. Perhatian pertama-nya adalah meringankan penderitaan rakyat akibat utang. Reformasi pertama Solon adalah melarang pemberian jaminan berupa manusia, bahkan dengan persetujuan dari debitur, kreditur tidak bisa lagi secara hukum memperbudak sang penjamin dan keluarganya. Mereka yang sudah menjadi budak kemudian dibebaskan, dan mereka yang telah dijual kepada orang asing kemudian dikembalikan ke Athena sebagai orang merdeka. Solon juga memerintahkan agar semua utang (yang sebagian besar diberikan secara sewenang-wenang) diputihkan, sehingga semua hipotik atas tanah bisa dibebaskan. Menurut hukum Athena pada waktu itu, jika pinjaman tidak dilunasi maka kreditur bisa menjual debitur dan keluarganya sebagai budak agar mendapatkan uang untuk melunasi utang.

    Kekejaman dan arogansi orang kaya menyebabkan orang miskin membentuk kelompok-kelompok untuk bertahan dan menyelamatkan diri juga menyelamatkan orang-orang yang telah dijadikan budak karena besarnya riba. Solon menebus seluruh tanah yang disita dan membebaskan semua warga yang diperbudak, namun dia menolak tetap memenuhi semua tuntutan masyarakat miskin termasuk pendistribusian tanah. Sebaliknya, ia berusaha meningkatkan kesejahteraan umum dan menyediakan pekerjaan alternatif bagi mereka yang tidak mampu bertani, seperti, pedagang, pengrajin, dan profesi lainnya. Namun Solon justru dikecewakan oleh teman-temannya. Sesaat sebelum ia memberlakukan hukumnya (yang membebaskan semua jaminan dan utang), dia sempat memberitahukan rencana itu kepada beberapa teman yang paling terpercaya. Mereka-pun segera pergi dan meminjam uang untuk membeli tanah lalu memberikan tanah yang dibeli sebagai jaminan untuk pembayaran kembali pinjaman. Ketika hukum tentang jaminan utang diterbitkan, maka utang mereka diputihkan dan mereka kemudian memiliki tanah mereka secara cuma-cuma dan leluasa. Hal ini sempat menurunkan popularitas dan reputasi Solon. Meski begitu, orang-orang terpelajar di Athena tetap memandang Solon sebagai seseorang yang adil yang tidak memihak pada orang kaya maupun miskin, dan mereka meminta Solon untuk memimpin Athena. Orang kaya setuju dipimpin oleh Solon karena Solon juga berasal dari kalangan bangsawan kaya, dan orang miskin setuju karena dia jujur​​.

    Tugas Solon sangatlah berbahaya dan sulit karena keserakahan dan arogansi yang masih bercokol di Athena. Untuk menenangkan kedua belah pihak, Solon mengatakan: "Keadilan tidak melahirkan perselisihan." Untuk orang miskin, "keadilan" berarti kekayaan yang sama, dan untuk orang kaya, "keadilan" berarti menjaga apa yang mereka dimiliki.

    PERJALANAN SOLON MENGELILINGI DUNIA
    Ketika Solon menuntaskan reformasi-nya, ia meninggalkan Athena untuk berlayar keliling dunia. Sebelum ia pergi, ia memaksa orang Athena menandatangani kontrak bahwa mereka akan menjaga reformasi itu selama setidaknya 10 tahun sebelum mereka membuat perubahan dalam sistem politik. Dengan cara ini Solon ingin mencegah ketidakstabilan politik sampai kota menjasi kuat dan pulih dari masalah politiknya. Namun, hanya empat tahun setelah Solon telah pergi, Pesistratus, yang memanfaatkan pertengkaran antar fraksi, mengambil alih kekuasaan di Athena dan menjadikan dirinya dan keluarganya sebagai tiran.
    Selama perjalanannya di seluruh dunia, Solon bertemu orang-orang baru dan peradaban baru. Hal ini membuatnya menjadi semakin bijaksana. Dalam kunjungannya ke Lydia, Solon bertemu dengan Raja Croesus. Penduduk lokal di Lydia memuji sang raja dan menganggap bahwa ia adalah pria paling bahagia di bumi. Namun Solon menjawab bahwa tidak ada orang bahagia sebelum dia meninggal, yang berarti bahwa keberuntungan dapat berubah tiba-tiba, dan hal mungkin berubah dari satu hari ke hari lain (beberapa tahun kemudian, Raja Croesus kehilangan kerajaannya karena serbuan Persia). Raja Croesus, yang pada saat itu adalah orang terkaya di dunia barat, mengundang Solon untuk datang dan mengunjunginya di istananya. Solon tiba, dan setelah memasuki istana ia melihat seorang pria berpakaian mewah dan disertai oleh rombongan budak dan tentara, sehingga Solon menganggap bahwa orang ini pastilah Raja Croesus. Tapi ternyata dia hanya seorang pejabat kecil di pengadilan kerajaan. Solon kemudian melanjutkan langkahnya memasuki istana, ia melihat beberapa pejabat lain yang berpakaian sangat mewah. Akhirnya Solon dipersilahkan masuk ke ruangan raja dan didalam ruangan itu raja Croesus telah menunggu dengan mengenakan pakaian yang sangat indah dan perhiasan yang sangat mewah.
    Solon tidak silau dengan kemewahan itu. Raja Croesus yang mengetahui hal ini kemudian memerintahkan agar rumah-rumah tempat pemnyimpanan hartanya dibuka agar Solon bisa melihat banyaknya pakaian yang indah yang Raja Croesus miliki miliki, juga banyaknya emas, perak, dan permata milik sang Raja. Solon tetap berlaku sopan saat memandang semua itu. Sang raja pun datang kembali menemui Solon dan berkata, "Ya Solon," kata Croesus, "pernahkah kamu melihat orang yang lebih beruntung dari aku, Raja Croesus ini?" Tanya sang Raja dengan bangganya. Solon menjawab: "Ya, aku pernah. Dia adalah Tellus, warga Athena. Dia adalah pria jujur ​​yang mendidik anak-anaknya dengan baik dan mempersiapkan anak-anaknya dengan baik untuk mengabdi pada Athena. Dia terus hidup hingga memperoleh cucu, lalu ia meninggal dengan mulia, yaitu saat berjuang untuk negaranya." Jawab Solon.
    Jawaban Solon membuat Raja Croesus marah, namun Solon menenangkan dia dengan menambahkan: "Oh raja perkasa dari Lidya, para dewa telah memberi kita, orang-orang Yunani, hanya hal-hal kecil, dan kebijaksanaan kita hanya hal-hal kecil, bukan suatu hal penting yang setaraf pentingnya dengan Anda. Kami mempertimbangkan bagaimana kehidupan seseorang begitu banyak tergantung pada kesempatan, dan bagaimana bencana bisa datang kepada kita yang membuat kita benar-benar terkejut, jadi kami tidak menganggap siapa pun untuk menjadi sukses sampai ia meninggal dengan baik, dan nasib baiknya utuh sampai akhir. Jika tidak, jika kita mengatakan bahwa seorang pria itu sukses, namun ada begitu banyak yang masih bisa terjadi padanya, kita akan seperti tentara merayakan kemenangan sebelum pertempuran berakhir." Kata-kata itu dapat diterima oleh raja sehingga raja megijinkan Solon keluar istana dan selamatlah nyawanya. Kebetulan Solon bertemu Aesop, penulis dongeng terkenal, yang juga telah diundang ke istana Croesus. Aesop mengatakan: "Apakah seharusnya kita tidak datang ke orang-orang yang perkasa, atau haruskah kita mencoba untuk menyenangkan mereka." Tapi Solon menjawab: " Apakah seharusnya kita tidak datang ke orang-orang yang perkasa, atau haruskah kita memberitahu mereka kebenaran."
    Tidak lama setelah kejadian itu, Raja Croesus dikalahkan oleh Raja Cyrus dari Persia. Croesus kehilangan kerajaannya dan dipenjarakan. Ia diikat di tiang, dan akan segera dibakar hidup-hidup sebagai hiburan bagi Cyrus. Saat itu, Croesus berteriak Solon nama tiga kali. Cyrus kemudian menghentikan proses hukuman mati itu dan bertanya pada Croesus, apakah Solon ini adalah manusia atau salah satu dewa. Croesus menjawab: "Dia adalah salah satu dari orang-orang bijak dari Yunani, yang saya diundang ke istana saya. Bukannya aku belajar darinya, saya malahan begitu marah padanya saat ia mungkin menganjurkan hal-hal baik pada saya saat itu. Kehilangan semua hal itu sekarang lebih menyakitkan daripada kehilangan kenikmatan yang menyenangkan. Kekayaan saya sesungguhnya hanyalah berupa kata-kata dan pendapat saya semata, dan sekarang saya dibawa untuk dibakar di tiang. Solon melihat saya dalam sebuah kemewahan yang bodoh dan meramalkan penderitaan saya sekarang. Dia memperingatkan saya bahwa saya harus mempertimbangkan akhir hidup saya, dan tidak membanggakan sebuah tanah yang menjerumuskan, karena tidak ada manusia yang bahagia sampai ia meninggal dengan baik". Cyrus menilai ajaran Solon adalah suatu hal yang baik dan sangat penting. Dia pun membebaskan dan mengangkat Croesus sebagai salah satu penasihatnya yang paling dihormati di istananya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar