Solon adalah negarawan, pembuat hukum dan penyair Athena. Reformasinya gagal namun ia telah memberikan fondasi demokrasi Athena.
Lahir: 640 SM, Athena, Yunani
Meninggal: 558 SM, Athena, Yunani
Saya tidak ragu untuk menyebutkan bahwa Solon adalah alasan utama
mengapa kisah Atlantis dapat dikisahkan oleh Plato. Namun siapakah Solon
sebenarnya? Bagaimana nama-nya bisa muncul sebagai pembuka sebuah kisah
‘dongeng’ paling menarik sepanjang ribuan tahun?
ASAL-USUL SOLON
Solon dilahirkan pada tahun 630 SM dan wafat pada tahun 560 SM. Berdasarkan kisah klasik Yunani, disebutkan ayah Solon bernama Execestides, ia berasal dari keluarga bangsawan yang terpandang. Kemungkinan keluarga Solon juga adalah pedagang sukses karena dia digambarkan sebagai seorang yang kaya. Selama Solon hidup, orang-orang Yunani belum mulai menulis sejarah atau biografi. Barulah pada abad ke-5 SM, kehidupan dan karya-karyanya mulai disatukan, yaitu berupa puisinya (sekitar 300 baris atau lebih yang dilestarikan melalui kutipan-kutipan lisan namun kemungkinan hanya sebagian kecil dari keseluruhan puisi-puisinya), kode hukumnya, tradisi lisan, dan lain-lain-nya tentang Solon. Meskipun beberapa rincian tertentu belum terbukti benar, namun keakuratan dari sebagian besar cerita tentangnya dapat diandalkan.
Solon dilahirkan pada tahun 630 SM dan wafat pada tahun 560 SM. Berdasarkan kisah klasik Yunani, disebutkan ayah Solon bernama Execestides, ia berasal dari keluarga bangsawan yang terpandang. Kemungkinan keluarga Solon juga adalah pedagang sukses karena dia digambarkan sebagai seorang yang kaya. Selama Solon hidup, orang-orang Yunani belum mulai menulis sejarah atau biografi. Barulah pada abad ke-5 SM, kehidupan dan karya-karyanya mulai disatukan, yaitu berupa puisinya (sekitar 300 baris atau lebih yang dilestarikan melalui kutipan-kutipan lisan namun kemungkinan hanya sebagian kecil dari keseluruhan puisi-puisinya), kode hukumnya, tradisi lisan, dan lain-lain-nya tentang Solon. Meskipun beberapa rincian tertentu belum terbukti benar, namun keakuratan dari sebagian besar cerita tentangnya dapat diandalkan.
Solon adalah seorang negarawan Athena yang paling dihormati sepanjang sejarah Yunani Kuno bahkan hingga sekarang. Ia mengakhiri kontrol monopoli kekuasaan para aristokrat eksklusif pemerintah dengan menciptakan sistem kontrol baru dan memperkenalkan kode hukum baru yang lebih manusiawi. Kode hukumnya telah lebih dulu ada sebelum Pericles memperkenalkan demokrasi di Yunani. Selain dikenal sebagai seorang politisi Athena sekaligus anggota parlemen, Solon juga adalah seorang penyair ternama. Dia dianggap sebagai anggota parlemen inovatif pertama yang mengatur dan menciptakan wadah bagi pembentukan demokrasi dan sistem pemerintahan yang membuat Athena kuat dan termasyur selama berabad-abad. Meskipun reformasinya berlangsung hanya dalam waktu yang relatif singkat, ia tetaplah merupakan peletak dasar perkembangan hukum, demokrasi, ekonomi, budaya, dan militer kota Athena. Solon juga dikenal sebagai salah satu dari Seven Wise Men of Greece.
AWAL REFORMASI SOLON DI ATHENA
Kode Hukum tertulis pertama di Yunani bermula di kota Sparta pada tahun
800 SM yang dirancang oleh Lycurgus, sang peletak dasar hukum Sparta
yang terkenal. Hukum-hukum Sparta mengatur kehidupan warganya secara
militer. Melalui kepatuhan yang tinggi, orang-orang Sparta menjadi orang
yang kuat, disiplin, cakap, dan kuat berperang. Hukum mereka juga
mengatur tentang ketegasan, kebajikan individual, dan sosial. Athena
saat itu belum memiliki hukum tertulis, barulah saat Draco yang tiran
berkuasa sebagai Archon/presiden tahunan (621 SM), Athena memiliki kode
hukum yang tertulis. Sebelum era Darco, pemerintahan Athena dijalankan
dengan sistem oligarki. Era sang tiran Draco merupakan era kelam bagi
warga Athena. Draco membuat undang-undang yang mengacu pada hukuman yang
sangat ekstrim dan sewenang-wenang bagi sebagian besar warga Athena.
Ketika seseorang bertanya Dracon mengapa ia membuat hukum begitu
ekstrim, dia menjawab: "Kita perlu hukuman mati untuk mencegah kejahatan
kecil, dan untuk yang lebih besar saya tidak bisa memikirkan hukuman
yang lebih besar". Masyarakat harus tunduk pada para aristokrat yang
memiliki tanah-tanah terbaik dan memonopoli pemerintah. Saat itu wagar
Athena dibagi-bagi dalam beberapa kelompok. Para petani miskin dengan
mudah dibuat ber-utang dan ketika mereka tidak mampu membayar maka
mereka akan dijadikan budak di tanah mereka sendiri, dan dalam kasus
yang ekstrim, mereka dapat dijual sebagai budak. Kelas menengah adalah
petani yang cukup mampu, para pengrajin, dan pedagang. Kelas ini sangat
membenci diskriminasi yang mereka alami oleh pemerintah. Peningkatan
jumlah kelompok kriminal, kemerosotan ekonomi dan politik telah memuncak
dan hampir mencapai sebuah tahap yang dinamakan revolusi rakyat. Disaat
itulah Solon datang dengan menawarkan solusi, yaitu bukan revolusi tapi
reformasi.
Undang-undang Draconian tetap berlaku di Athena sampai direformasi oleh
Solon, yang kedatangannya sebagai reformator diatur dalam kesepakatan di
Cylon. Solon, yang terkenal bijaksana dan jujur dipanggil oleh para
penguasa oligarki (yang kembali memerintah). Solon menjabat sebagai
archon (kepala penguasa tahunan) pada tahun 594 SM, sekitar 20 tahun
kemudian ia pun diberi kekuasaan penuh sebagai refomator dan legislator.
Perhatian pertama-nya adalah meringankan penderitaan rakyat akibat
utang. Reformasi pertama Solon adalah melarang pemberian jaminan berupa
manusia, bahkan dengan persetujuan dari debitur, kreditur tidak bisa
lagi secara hukum memperbudak sang penjamin dan keluarganya. Mereka yang
sudah menjadi budak kemudian dibebaskan, dan mereka yang telah dijual
kepada orang asing kemudian dikembalikan ke Athena sebagai orang
merdeka. Solon juga memerintahkan agar semua utang (yang sebagian besar
diberikan secara sewenang-wenang) diputihkan, sehingga semua hipotik
atas tanah bisa dibebaskan. Menurut hukum Athena pada waktu itu, jika
pinjaman tidak dilunasi maka kreditur bisa menjual debitur dan
keluarganya sebagai budak agar mendapatkan uang untuk melunasi utang.
Kekejaman dan arogansi orang kaya menyebabkan orang miskin membentuk kelompok-kelompok untuk bertahan dan menyelamatkan diri juga menyelamatkan orang-orang yang telah dijadikan budak karena besarnya riba. Solon menebus seluruh tanah yang disita dan membebaskan semua warga yang diperbudak, namun dia menolak tetap memenuhi semua tuntutan masyarakat miskin termasuk pendistribusian tanah. Sebaliknya, ia berusaha meningkatkan kesejahteraan umum dan menyediakan pekerjaan alternatif bagi mereka yang tidak mampu bertani, seperti, pedagang, pengrajin, dan profesi lainnya. Namun Solon justru dikecewakan oleh teman-temannya. Sesaat sebelum ia memberlakukan hukumnya (yang membebaskan semua jaminan dan utang), dia sempat memberitahukan rencana itu kepada beberapa teman yang paling terpercaya. Mereka-pun segera pergi dan meminjam uang untuk membeli tanah lalu memberikan tanah yang dibeli sebagai jaminan untuk pembayaran kembali pinjaman. Ketika hukum tentang jaminan utang diterbitkan, maka utang mereka diputihkan dan mereka kemudian memiliki tanah mereka secara cuma-cuma dan leluasa. Hal ini sempat menurunkan popularitas dan reputasi Solon. Meski begitu, orang-orang terpelajar di Athena tetap memandang Solon sebagai seseorang yang adil yang tidak memihak pada orang kaya maupun miskin, dan mereka meminta Solon untuk memimpin Athena. Orang kaya setuju dipimpin oleh Solon karena Solon juga berasal dari kalangan bangsawan kaya, dan orang miskin setuju karena dia jujur.
Tugas Solon sangatlah berbahaya dan sulit karena keserakahan dan arogansi yang masih bercokol di Athena. Untuk menenangkan kedua belah pihak, Solon mengatakan: "Keadilan tidak melahirkan perselisihan." Untuk orang miskin, "keadilan" berarti kekayaan yang sama, dan untuk orang kaya, "keadilan" berarti menjaga apa yang mereka dimiliki.
Kekejaman dan arogansi orang kaya menyebabkan orang miskin membentuk kelompok-kelompok untuk bertahan dan menyelamatkan diri juga menyelamatkan orang-orang yang telah dijadikan budak karena besarnya riba. Solon menebus seluruh tanah yang disita dan membebaskan semua warga yang diperbudak, namun dia menolak tetap memenuhi semua tuntutan masyarakat miskin termasuk pendistribusian tanah. Sebaliknya, ia berusaha meningkatkan kesejahteraan umum dan menyediakan pekerjaan alternatif bagi mereka yang tidak mampu bertani, seperti, pedagang, pengrajin, dan profesi lainnya. Namun Solon justru dikecewakan oleh teman-temannya. Sesaat sebelum ia memberlakukan hukumnya (yang membebaskan semua jaminan dan utang), dia sempat memberitahukan rencana itu kepada beberapa teman yang paling terpercaya. Mereka-pun segera pergi dan meminjam uang untuk membeli tanah lalu memberikan tanah yang dibeli sebagai jaminan untuk pembayaran kembali pinjaman. Ketika hukum tentang jaminan utang diterbitkan, maka utang mereka diputihkan dan mereka kemudian memiliki tanah mereka secara cuma-cuma dan leluasa. Hal ini sempat menurunkan popularitas dan reputasi Solon. Meski begitu, orang-orang terpelajar di Athena tetap memandang Solon sebagai seseorang yang adil yang tidak memihak pada orang kaya maupun miskin, dan mereka meminta Solon untuk memimpin Athena. Orang kaya setuju dipimpin oleh Solon karena Solon juga berasal dari kalangan bangsawan kaya, dan orang miskin setuju karena dia jujur.
Tugas Solon sangatlah berbahaya dan sulit karena keserakahan dan arogansi yang masih bercokol di Athena. Untuk menenangkan kedua belah pihak, Solon mengatakan: "Keadilan tidak melahirkan perselisihan." Untuk orang miskin, "keadilan" berarti kekayaan yang sama, dan untuk orang kaya, "keadilan" berarti menjaga apa yang mereka dimiliki.
PERJALANAN SOLON MENGELILINGI DUNIA
Ketika Solon menuntaskan reformasi-nya, ia meninggalkan Athena untuk
berlayar keliling dunia. Sebelum ia pergi, ia memaksa orang Athena
menandatangani kontrak bahwa mereka akan menjaga reformasi itu selama
setidaknya 10 tahun sebelum mereka membuat perubahan dalam sistem
politik. Dengan cara ini Solon ingin mencegah ketidakstabilan politik
sampai kota menjasi kuat dan pulih dari masalah politiknya. Namun, hanya
empat tahun setelah Solon telah pergi, Pesistratus, yang memanfaatkan
pertengkaran antar fraksi, mengambil alih kekuasaan di Athena dan
menjadikan dirinya dan keluarganya sebagai tiran.
Selama perjalanannya di seluruh dunia, Solon bertemu orang-orang baru
dan peradaban baru. Hal ini membuatnya menjadi semakin bijaksana. Dalam
kunjungannya ke Lydia, Solon bertemu dengan Raja Croesus. Penduduk lokal
di Lydia memuji sang raja dan menganggap bahwa ia adalah pria paling
bahagia di bumi. Namun Solon menjawab bahwa tidak ada orang bahagia
sebelum dia meninggal, yang berarti bahwa keberuntungan dapat berubah
tiba-tiba, dan hal mungkin berubah dari satu hari ke hari lain (beberapa
tahun kemudian, Raja Croesus kehilangan kerajaannya karena serbuan
Persia). Raja Croesus, yang pada saat itu adalah orang terkaya di dunia
barat, mengundang Solon untuk datang dan mengunjunginya di istananya.
Solon tiba, dan setelah memasuki istana ia melihat seorang pria
berpakaian mewah dan disertai oleh rombongan budak dan tentara, sehingga
Solon menganggap bahwa orang ini pastilah Raja Croesus. Tapi ternyata
dia hanya seorang pejabat kecil di pengadilan kerajaan. Solon kemudian
melanjutkan langkahnya memasuki istana, ia melihat beberapa pejabat lain
yang berpakaian sangat mewah. Akhirnya Solon dipersilahkan masuk ke
ruangan raja dan didalam ruangan itu raja Croesus telah menunggu dengan
mengenakan pakaian yang sangat indah dan perhiasan yang sangat mewah.
Solon tidak silau dengan kemewahan itu. Raja Croesus yang mengetahui hal
ini kemudian memerintahkan agar rumah-rumah tempat pemnyimpanan
hartanya dibuka agar Solon bisa melihat banyaknya pakaian yang indah
yang Raja Croesus miliki miliki, juga banyaknya emas, perak, dan permata
milik sang Raja. Solon tetap berlaku sopan saat memandang semua itu.
Sang raja pun datang kembali menemui Solon dan berkata, "Ya Solon," kata
Croesus, "pernahkah kamu melihat orang yang lebih beruntung dari aku,
Raja Croesus ini?" Tanya sang Raja dengan bangganya. Solon menjawab:
"Ya, aku pernah. Dia adalah Tellus, warga Athena. Dia adalah pria jujur
yang mendidik anak-anaknya dengan baik dan mempersiapkan anak-anaknya
dengan baik untuk mengabdi pada Athena. Dia terus hidup hingga
memperoleh cucu, lalu ia meninggal dengan mulia, yaitu saat berjuang
untuk negaranya." Jawab Solon.
Jawaban Solon membuat Raja Croesus marah, namun Solon menenangkan dia
dengan menambahkan: "Oh raja perkasa dari Lidya, para dewa telah memberi
kita, orang-orang Yunani, hanya hal-hal kecil, dan kebijaksanaan kita
hanya hal-hal kecil, bukan suatu hal penting yang setaraf pentingnya
dengan Anda. Kami mempertimbangkan bagaimana kehidupan seseorang begitu
banyak tergantung pada kesempatan, dan bagaimana bencana bisa datang
kepada kita yang membuat kita benar-benar terkejut, jadi kami tidak
menganggap siapa pun untuk menjadi sukses sampai ia meninggal dengan
baik, dan nasib baiknya utuh sampai akhir. Jika tidak, jika kita
mengatakan bahwa seorang pria itu sukses, namun ada begitu banyak yang
masih bisa terjadi padanya, kita akan seperti tentara merayakan
kemenangan sebelum pertempuran berakhir." Kata-kata itu dapat diterima
oleh raja sehingga raja megijinkan Solon keluar istana dan selamatlah
nyawanya. Kebetulan Solon bertemu Aesop, penulis dongeng terkenal, yang
juga telah diundang ke istana Croesus. Aesop mengatakan: "Apakah
seharusnya kita tidak datang ke orang-orang yang perkasa, atau haruskah
kita mencoba untuk menyenangkan mereka." Tapi Solon menjawab: " Apakah
seharusnya kita tidak datang ke orang-orang yang perkasa, atau haruskah
kita memberitahu mereka kebenaran."
Tidak lama setelah kejadian itu, Raja Croesus dikalahkan oleh Raja Cyrus
dari Persia. Croesus kehilangan kerajaannya dan dipenjarakan. Ia diikat
di tiang, dan akan segera dibakar hidup-hidup sebagai hiburan bagi
Cyrus. Saat itu, Croesus berteriak Solon nama tiga kali. Cyrus kemudian
menghentikan proses hukuman mati itu dan bertanya pada Croesus, apakah
Solon ini adalah manusia atau salah satu dewa. Croesus menjawab: "Dia
adalah salah satu dari orang-orang bijak dari Yunani, yang saya diundang
ke istana saya. Bukannya aku belajar darinya, saya malahan begitu marah
padanya saat ia mungkin menganjurkan hal-hal baik pada saya saat itu.
Kehilangan semua hal itu sekarang lebih menyakitkan daripada kehilangan
kenikmatan yang menyenangkan. Kekayaan saya sesungguhnya hanyalah berupa
kata-kata dan pendapat saya semata, dan sekarang saya dibawa untuk
dibakar di tiang. Solon melihat saya dalam sebuah kemewahan yang bodoh
dan meramalkan penderitaan saya sekarang. Dia memperingatkan saya bahwa
saya harus mempertimbangkan akhir hidup saya, dan tidak membanggakan
sebuah tanah yang menjerumuskan, karena tidak ada manusia yang bahagia
sampai ia meninggal dengan baik". Cyrus menilai ajaran Solon adalah
suatu hal yang baik dan sangat penting. Dia pun membebaskan dan
mengangkat Croesus sebagai salah satu penasihatnya yang paling dihormati
di istananya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar